Fabel

BAJA SI UDIK JADI JAWARA BOLA

Visual karya BAJA SI UDIK JADI JAWARA BOLA

BAJA SI UDIK JADI JAWARA BOLA
Ujung Kulon adalah nama daerah yang letaknya paling Barat dari pulau Jawa. Disana hiduplah sebuah keluarga sederhana dan terlihat biasa-biasa saja. Keluarga itu menjalani kehidupan yang jauh dari kata modern dan tak mengenal teknologi. Mereka sengaja menjauhi keramaian kota dan menyendiri karena merasa terancam bahaya jika pergi ke kota. Oleh karena itu ‘udik’ adalah julukan yang cocok buat mereka. Mereka penghuni asli Ujung Kulon yaitu keluarga Badak Jawa yang terdiri dari Abah, Emak, dan anaknya Baja. Iya nama anaknya adalah Baja, sang anak udik dengan hobi bermain bola. memiliki cula yang berjumlah satu dan ukurannya sangat kecil.
Pada suatu pagi, Baja berlari menghampiri Emak yang sedang membantu Abah mencari makanan.
“Emaaaaak Baja sungguh saaaaaaayang ama Emak,” kata Baja berteriak.
“Hmmmm, Baja tumben ini bermanja-manja ama Emak, hayooo Baja pasti ada sesuatu yang mau Baja minta,” kata si Emak dengan penuh kasih sayang.
Baja tidak langsung menanggapi Emaknya, malah menarik Emak dan Abahnya agar ikut mandi di kubangan lumpur milik mereka yang ada di depan rumah. Bola yang selalu Baja pegang pun akhirnya ikut bermandikan lumpur.
“Waduuh Bajaaaa Abah baru sibuk ini ngumpulin makanan,” kata si Abah kaget.
Terlihat si Baja tetap asyik di kubangan lumpur sambil tertawa lepas. Ayah dan Emaknya saling pandang.
“Emak, anak kita Baja baru kehabisan obat yaaa? girang amat Baja hari ini,” kata Abah sambil keluar dari kubangan lumpur.
“Pasti ada alasan Abah, Baja terlihat girang sekali, nanti Emak tanya dech setelah selesai sarapan bersama,” kata Emak sambil membersihkan tubuhnya dari lumpur
Saat sarapan pun tiba, Emak memanggil Baja yang dari tadi masih asyik di kubangan lumpur.
“Bajaaaa, kemari anakku kita sarapan bersama,” kata Emak mengajak Baja masuk ke dalam rumah.
Emak seperti biasa menyiapkan sarapan yang lezat dan bergizi. Abah membantu Emak menyiapkan air minum, dan Baja masih sibuk membersihkan lumpur yang masih sedikit menempel di bajunya.
Sarapan pun akhirnya selesai, Abah berdehem kecil seolah memberikan tanda rahasia yang hanya diketahui oleh Emak
“Ehmmm, ehmmmm,” deheman Abah terdengar lirih di telinga Emak.
Tanpa basa basi, Emak bertanya kepada Baja. “Baja sayang, kenapa hari ini sangat bahagia, coba ceritakan setelah kamu membereskan tempat makan di tempat yang benar.” ungkap Emak.
Setelah Baja membereskan meja makan, Baja melangkah mendekati Emak. “Emak Baja akan pergi ke kota sama si Komo, Baja dikasih surat oleh pemimpin kota, agar Baja datang, pemimpin kota tahu jika Baja sangat pandai bermain bola. Boleh kan Emak?” Jawab Baja.
Emak melangkahkan kakinya menuju ke kamar tanpa berkata apapun kepada Baja. Baja hanya bisa terdiam memperhatikan Emaknya, karena Baja tahu betul aturan utama yaitu tidak boleh pergi ke kota dengan alasan apapun.
Malam pun tiba, Baja tidak bisa tidur karena bingung memilih ikuti aturan atau ke kota. Akhirnya Baja memutuskan untuk mengikuti aturan orangtuanya. Baja juga takut jika bahaya datang sedangkan di kota tidak ada Abah dan Emaknya yang membantu jika ada bahaya. Baja berniat minta tolong dengan si Komo akan tetapi tidak enak hati karena Baja terlanjur bilang akan datang ke kota bersama si Komo.
Terdengar langkah kaki menuju kamar Baja, Emak terlihat habis menangis. Baja pun segera memeluk Emaknya, “Emaak maafin Baja, Baja tidak akan ke kota, Baja disini saja, Baja main bola disini saja, Baja takut jika ke kota tidak ada Abah dan Emak, Baja juga tidak tahu apa yang harus Baja lakukan jika di kota,” kata Baja dengan menangis.
“Anakku Baja, Abah dan Emak sudah memutuskan untuk mengantar kamu ke kota,” kata Abah kepada Baja.
“Tapi Abah Emak, Baja tidak mau buat Abah Emak sedih,” jawab Baja.
“Baja anakku sayang, Baja tidak pernah membuat Abah dan Emak sedih, Emak menangis karena bahagia sekali, pimpinan kota baru saja datang menemui Abah dan Emak. Pimpinan kota itu mengatakan jika Baja terpilih mewakili kota untuk menjadi warisan dunia untuk bola, Baja mencerminkan jiwa dan semangat anak-anak yang selalu giat berlatih. Mari anakku siap-siap ke kota untuk mengharumkan Ujung Kulon Banten daerah asal kita untuk dunia,” kata Emak.
“Emaaaaaak Abaaaaaah terimakasih banyak, Baja janji akan giat berlatih dan membawa harum Ujung Kulon,” ungkap Baja bahagia.
Dialah Baja si udik yang menjadi jawara bola mewakili Ujung Kulon untuk dunia. (Terinspirasi dari Kisah Nyata Badak Jawa terpilih menjadi maskot piala dunia U-20 tahun 2023).

Diskusi karya

Komentar penulis & pembaca

Semua komentar dan balasan diperiksa kurator sebelum ditampilkan.

0 tampil
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah pembaca pertama yang berdiskusi.