Fabel

MAU KEMANA SIH, BURU-BURU AMAT

MAU KEMANA SIH, BURU-BURU AMAT

Di sebuah hutan yang hijau dan damai, hiduplah seekor kura-kura bernama Turi. Turi terkenal pelan jalannya, suka mencari makan sayuran hijau yang segar-segar, akan tetapi akhir-akhir ini Turi sering merasa gelisah.
“Aduh, aku harus cepat-cepat! Nanti aku ketinggalan!” gerutu Turi sambil berjalan terburu-buru, meski jalannya tetap pelan. Dia memaksakan langkahnya yang berat, sampai-sampai tempurung kakinya terayun-ayun.
Sesampainya di dekat sungai, Turi bertemu sahabatnya yang bernama Otte, seekor berang-berang yang suka sekali bergerak cepat. Otte selalu penasaran dan energik.
“Hei Turi!” seru Otte sambil melompat-lompat, “Mau kemana sih? Kamu kenapa kelihatan buru-buru gitu? Biasanya kamu santai.”
“Aku harus cepat, Otte!” jawab Turi, “Aku dengar ada Festival Daun Segar hari ini. Kalau aku telat, aku nggak bisa makan daun-daun lezat itu!”
Otte langsung bersinar matanya. “Festival Daun Segar? Wah, ayo kita pergi bareng! Tapi… kamu harus jalan lebih cepat ya!”
Turi mengangguk. “Iya, ayo!”
Selama di perjalanan….
“Hei hei Turi haduuh dengerin aku, emang kita mau kemana? Festival Daun Segarnya ada dimana?” tanya Otte sambil berjalan pelan mengikuti langkah Turi.
Turi tersenyum, meski napasnya masih ngos-ngosan. “Festival Daun Segar itu di dekat danau kecil di tengah hutan, Otte. Aku dengar, banyak yang sudah mulai berkumpul di sana.”
Mereka berdua pun berjalan bersama, akan tetapi Turi tetap pelan, dan Otte malah sibuk heboh sendiri.
“Cepat, Turi!” kata Otte sambil berlari mondar-mandir, “Kita harus cepat!”
Turi berusaha keras mempercepat jalannya, terlihat sekali Turi terburu-buru dan nafasnya hampir habis. Dia jalan sambil setengah berlari, tapi malah terpeleset di daun basah yang licin. “Aduh!” keluh Turi.
Sementara itu, Otte yang terlalu heboh malah terjatuh ke sungai. “Glub glub glub!” suara Otte sambil berusaha mengambil nafas.
“Waduuww, Otte, kamu kenapa malah nyemplung ke sungai?” tanya Turi dari pinggir sungai, suaranya cemas.


Otte tertawa kecil, “Hehehe, aku kepeleset waktu mau lompat, Turi! Tenang, aku bisa berenang kok. Ahahaha! Aku terlalu bersemangat, Turi!” jawab Otte sambil mengibaskan air.
Mereka akhirnya duduk sebentar di tepi sungai. Keduanya kelelahan.
“Kamu tahu, Turi,” kata Otte sambil menghela napas, “kita udah terburu-buru, tapi malah nggak sampai-sampai.”
Tiba-tiba, muncul seekor burung hantu tua bijak bernama Kawu. Dia mengamati mereka sambil tersenyum.
“Kenapa kalian kelihatan terburu-buru sekali? Mau kemana kawan-kawan?” tanya Kawu dengan suara lembut.
“Kami mau ke Festival Daun Segar, Kawu,” kata Turi.
“Iya, Kawu! Kami takut ketinggalan,” tambah Otte.
Kawu mengangguk pelan. “Ingat, kawan-kawan. Buru-buru belum tentu cepat. Terkadang, yang terburu-buru malah jadi banyak salah. Kalau kalian berjalan santai tapi fokus, kalian pasti sampai dengan selamat.”
Turi dan Otte terdiam. Mereka sadar, selama ini malah jadi sibuk sendiri dan lupa tujuan utama.
“Terima kasih, Kawu,” kata Turi. “Aku mau jalan santai saja sekarang.”
“Aku juga, aku nggak mau terjatuh lagi di sungai!” kata Otte sambil mengangguk.
Otte matanya berbinar penasaran. “Wah, pasti seru banget ya! Aku dengar daun-daunnya paling renyah dan wangi di musim ini. Tapi… apa kita nggak bakal telat kalau jalannya kayak begini?” tanyanya sambil celingak-celinguk, khawatir.
Turi menoleh dan mengusap dahinya. “Aku juga khawatir, Otte. Tapi kita kan sudah belajar sama Kawu, si burung hantu bijak. Nggak apa-apa pelan, yang penting nggak salah arah.”
Akhirnya, Turi dan Otte berjalan bersama-sama kembali. Turi tetap pelan, tapi mantap. Otte tetap aktif, tapi lebih sabar. Mereka saling membantu, saling mengingatkan.
Ketika mereka sampai di Festival Daun Segar, daun-daun hijau segar masih menanti mereka. Mereka makan sambil tertawa bersama.
“Lihat kan,” kata Turi sambil tersenyum, “yang penting bukan buru-buru, tapi menikmati perjalanan.”
Otte mengangguk setuju. “Iya! Aku setuju sekali!”
Sejak saat itu, Turi dan Otte tak pernah lagi terburu-buru. Mereka tahu bahwa jalan santai dan hati yang tenang jauh lebih menyenangkan.

Diskusi karya

Komentar penulis & pembaca

Semua komentar dan balasan diperiksa kurator sebelum ditampilkan.

0 tampil
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah pembaca pertama yang berdiskusi.