PNS GONDRONG
Fatma Yuny Isnaeny
EXT. DESA KANDANG BAMBU – PAGI
Embun masih menggantung di dedaunan. Suara ayam berkokok bersahut-sahutan. Namun pagi itu berbeda. Suara emak-emak terdengar dari segala penjuru kampung.
BU RT
JONDESSSS..!!
WARGA 1
JONDES..!!
WARGA 2
Mana si gondrong itu?!
Orang-orang berlarian ke segala arah. Ada yang menuju sawah. Ada yang ke bengkel. Ada yang ke pos ronda. Bahkan Pak Lurah ikut berlari sambil membawa peci yang hampir terlepas. Hanya gara-gara ingin menemukan orang yang bernama JONDES.
INT. KANTOR KECAMATAN – PAGI
Spanduk besar terbentang. “PELANTIKAN PEGAWAI KECAMATAN “ASN PELAYANAN PRIMA, AMAN, NYAMAN, DAN GAMPANG BAGI WARGA”. Seluruh peserta sudah mengenakan pakaian putih hitam. Tinggal satu kursi kosong. Name tag: NUGROHO. Camat melirik jam tangannya.
CAMAT
Mana Nugroho?
Sekcam panik.
SEKCAM
Belum datang, Pak.
CAMAT
Hari ini pelantikan!
Sekcam menelan ludah.
EXT. KEBUN PISANG – PAGI
Seekor ayam berlari masuk semak. Di belakangnya. Nugroho alias JONDES, rambut gondrong, jaket lusuh, celana jeans belel, sandal jepit. Merangkak sambil membawa jaring ikan.
JONDES
Sini..Sini cantik..
Ayam malah terbang. Jondes jatuh terguling, dari kejauhan, Pak Lurah berteriak.
PAK LURAH
JONDESSS!!
Jondes refleks menoleh. Ayam kabur lagi.
JONDES
Yaaaaaaaah…
Pak Lurah, Bu RT dan beberapa warga datang sambil ngos-ngosan.
BU RT
Astagfirullah..Kamu ngapain di sini?!
JONDES
Nyari ayamnya Bu Dargo. Belum ketemu.
Bu RT melotot.
BU RT
Hari ini kamu dilantik!!
JONDES
Iya.
BU RT
Kok iya?! Cepat sana!!
JONDES
Besok aja dilantiknya. Ayamnya belum ketemu.
PAK LURAH
Ayam bisa dicari nanti!
JONDES
Kalau nanti..Bu Dargo marah. Kalau Bu Dargo marah,
Menakutkan…
BU RT
Yang marah saya sekarang!! Sana cepet… mau di lantik
sekarang atau saya lantik jadi jin kamuuuu
Jondes langsung berdiri tegak.
JONDES
Siap Bu RT.
FLASHBACK
INT. BALAI DESA – SIANG (DUA BULAN SEBELUMNYA)
Rapat desa. Pak Lurah duduk lesu.
PAK LURAH
Pendaftaran CPNS tinggal seminggu. Belum ada warga yang daftar. Nama baik desa Kandang Bambu dipertaruhkan…
Bu RT menghela napas.
BU RT
Yang sarjana udah kerja di kota, yang pintar juga merantau
Pak Lurah menunjuk keluar jendela. Di luar, Jondes sedang tidur di atas motor tuanya.
PAK LURAH
Ya tinggal dia.
Semua menoleh.
KETUA RW
Dia?
BU RT
Mau bagaimana lagi, tampang preman, gondrong lagi, tapi
otaknya encer.
Cut.
Jondes diseret masuk balai desa. Masih mengantuk.
JONDES
Weh weh … Ada apa ini?
BU RT
Besok ikut tes.
JONDES
Tes apa?
BU RT
CPNS.
Jondes menggaruk kepala.
JONDES
Saya nggak mau.
BU RT
Kenapa?
JONDES
Takut lulus.
Semua bingung.
PAK LURAH
Lho kok takut lulus?
JONDES
Kalau lulus..Nanti disuruh kerja.
Ruangan hening..Lalu semua warga menggeleng pasrah.
INT. BALAI DESA – PAGI
Waktu tes CPNS adalah hari ini. Jondes hanya bisa pasrah menuruti kemauan desa, terutama bu RT yang membuat Jondes mati sia-sia jika tidak menurut. Persiapan Jondes dimulai.
MONTAGE
Jondes dipaksa potong kuku. Jondes dipinjemi sepatu yang kebesaran. Jondes belajar memakai dasi. Jondes salah masuk ruang tes. Jondes sudah di ruang tes, Jondes ketiduran. Jondes terbangun dan kaget waktu tesnya akan habis. Jondes keluar paling cepat.
INT. BALAI DESA – SIANG
Semua warga berkumpul melihat pengumuman. Pak Lurah fokus dan matanya terbelalak.
PAK LURAH
NUGROHO. LULUS!
Satu kampung bersorak. Jondes malah menghela nafas tanda tak suka.
JONDES
Kaaaaaan aku lulus, haduh ruwet ini, kerja terus malas aku.
Bu RT menepuk bahunya. Semua tertawa.
INT. KANTOR KECAMATAN – PAGI
Hari pertama Jondes bekerja. Semua pegawai tampil rapi. Hanya Jondes yang masih gondrong, dan rambutnya dibiarkan terurai tak beraturan. Sekcam menatap sinis.
SEKCAM
Pak Nugroho. Besok rambutnya dirapikan.
JONDES
Siap, Pak. Nunggu tukang cukur nyukur rambutnya dulu.
Pegawai lain menahan tawa. Sekcam menarik napas panjang. Pelayanan dimulai. Seorang warga datang tergesa.
WARGA 3
Pak Jondes. Pinjam motor sebentar ya.
Jondes bahkan belum duduk. Ia menyerahkan kunci. Baru lima detik. Datang warga lain.
WARGA 4
Pak Jondes. Kalau motornya balik, saya pinjam buat antar
pupuk ya.
Pegawai lain saling pandang.
MONTAGE
Motor Jondes dipakai Bu RT membeli gas, terus dipakai Pak Lurah ke sawah, setelah itu dipakai Bu Dargo beli pakan ayam, dan dipakai pemuda desa mengantar orang melahirkan, setelah itu bapak bapak mengantar pupuk, sampai akhirnya dipakai kurir mengambil paket.
INT. KANTOR KECAMATAN
Sekcam kesal.
SEKCAM
Pak Nugroho! Motor itu aset pribadi kamu! Kenapa
dipinjamkan ke semua orang?
JONDES
Kasihan, Pak. Mereka lagi butuh. Pelayanan Pak ingat hehehe
SEKCAM
Kalau hilang?
JONDES
Ya dicari.
Sekcam memijat pelipis.
EXT. PERBATASAN DESA KANDANG BAMBU – SORE
Keributan. Warga Kampung Sukamaju mengerumuni seorang pria yang babak belur.
WARGA SUKAMAJU 1
Pukul aja biar kapok, berani – berani nya dia bawa-bawa barang
haram. Pukul teruuus pukullll…
Pria yang babak belur dibawa ke kantor polisi setempat, dan dari hasil pemeriksaan, polisi dapat info dari pelaku, akhirnya barang haram tersebut ditemukan oleh polisi di motor tua milik Jondes, yang kebetulan motor Jondes masih di desa Sukamaju. Info yang beredar di desa Sukamaju, bahwa pemilik motor tersebut adalah preman dari desa Kandang Bambu. Rambut yang gondrong, wajah seram, urakan.
INT. KANTOR KECAMATAN
Polisi datang. Suasana mendadak sunyi.
POLISI 1
Kami dari kepolisian, apakah ada yang bernama pak Nugroho?
Semua perlahan menoleh ke arah Jondes. Jondes ikut menoleh. Ke kiri, ke kanan. Lalu menunjuk dirinya sendiri.
JONDES
Oh bapak polisi mau dibantu buat KTP baru? Kebetulan nama
saya juga Nugroho Pak hehehe, bapak cari saya atau cari
Nugroho lain?
POLISI 2
Apa benar bapak baru kehilangan motor? Dan ini foto motornya
di tempat kejadian.
JONDES
Lhaaa iyak itu motor saya Pak, Itu daerah desa Sukamaju, udah
biasa motor saya sampai sana.
POLISI 1
Baik Pak , mohon kerjasamanya. Anda ditangkap atas tuduhan
penyalahgunaan obat dan pengedaran obat terlarang.
JONDES
Lho lho iki pie mboke tuluung….kok di borgol. Pak Polisi
bentar dulu ada apa ini? Saya udah capek capek kerja malah di
borgol.
EXT. MOBIL MILIK KEPOLISIAN
Polisi tidak menggubris ocehan dan rintihan Jondes. Jondes langsung di bawa ke kantor polisi dan diproses disana.
INT. POLSEK KANDANG BAMBU - SIANG
Pak RT, bu RT, bu Dargo dan sebagian warga desa Kandang Bambu serta pak Sekcam datang hamper sampai berbarengan di kantor polisi. Pak RT langsung menemui Polisi 1.
POLISI 1
Diduga narkotika. Barangnya di temukan di motor milik pelaku.
Pelaku sudah mengaku jika motor tersebut miliknya.
Pak Lurah terduduk lemas. Bu Dargo sampai menjatuhkan keranjang telur. Sekcam justru tersenyum tipis. Nyaris tidak terlihat.
SEKCAM
Saya sudah bilang. Penampilan mencerminkan perilaku.
Bu RT langsung membentak.
BU RT
DIEM KAMU! Kalau Jondes pengedar. Saya Ratu Inggris!
Saya yakin bukan Jondes pelakunya.
Polisi membawa Jondes untuk dapat bertemu dengan warga Kandang Bambu yang datang. Jondes berjalan santai. Tiba-tiba berhenti. Polisi mengira ia akan melawan dan protes lagi.
Ternyata, ia menoleh ke Bu Dargo.
JONDES
Bu. Ayamnya ketemu belum?
Semua melongo.
BU DARGO
Kamu mikirin ayam lagi?! Sudah pulang sendiri ayamnya.
JONDES
Syukurlah jika sudah pulang, pasti lapar. Ngomong- ngomong
saya juga belum makan dari pagi. Ada makanan gak pak Polisi?
Saya mau makan, oh iya kopi item saya juga mau ya
Polisi sampai geleng-geleng kepala, heran ada orang dituduh pelaku masih santai mikir perut.
INT. POLSEK KANDANG BAMBU – MALAM
Jondes duduk santai di ruang pemeriksaan. Di depannya segelas teh hangat. POLISI 1 membuka berkas.
POLISI 1
Nama?
JONDES
Nugroho.
POLISI 1
Alias?
JONDES
Jondes.
POLISI 1
Pekerjaan?
Jondes berpikir lama.
JONDES
Disuruh-suruh warga.
Polisi menatap heran.
POLISI 1
Maksudnya? Preman bayaran?
JONDES
Kok preman pak polisi? Apa karena saya gondrong begini?Nih
yaa, kalau pagi nyari ayam. Siang nganter pupuk. Sore angkat
galon. Sekarang diperiksa polisi. Lengkap sudah.
Polisi yang lain menahan tawa. Satu kampung Kandang Bambu datang lagi. Bu RT paling depan. Pak Lurah. Bu Dargo, serta anak-anak yang lengkap bawa jajan untuk dikasih ke Jondes, takut Jondes tidak dikasih makan.
INT. RUANG PEMERIKSAAN
Polisi mengeluarkan paket putih.
POLISI 1
Ini ditemukan di motor Saudara.
Jondes melihat sebentar. Menggeleng.
JONDES
Bukan punya saya.
POLISI 1
Mana buktinya? Ada bukti dari saksi. Tolong berikan bukti
tersebut
SEKCAM
Ini pak silakan mapnya, semoga bisa jadi bukti. Motor itu
memang milik Nugroho, dan Saudara Nugroho memang sering
keluar masuk kampung sebelah. Ditambah penampilan yang
urakan, rambut gak pernah dipotong
Jondes memandang Sekcam. Santai.
JONDES
Iya. Nyari ayam mah kalau ke kampung sebelah
Polisi 1 mulai berpikir.
POLISI 1
Hari ini. Siapa saja yang memakai motor?
Semua warga berebut menjawab.
BU RT
Saya!
BU DARGO
Saya juga!
PAK LURAH
Saya sebentar.
KETUA RW
Saya pinjam habis Dzuhur.
Ruangan menjadi gaduh. Polisi malah semakin bingung. Malam semakin larut. Semua orang lelah. Hanya Jondes yang masih santai makan pisang goreng kiriman Bu Dargo. Tiba-tiba. Jondes berhenti mengunyah. Matanya melihat motor yang diparkir di halaman Polsek. Ia berjalan mendekat. Semua mengikuti. Jondes mengusap jok motornya. Lalu, menyentuh stang, kemudian tertawa kecil.
POLISI 1
Kenapa?
JONDES
Lucu aja.
POLISI 1
Apanya yang lucu?
JONDES
Motor ini. Kalau habis dipakai warga. Spion kirinya pasti
miring.
Semua melihat ke arah spion
JONDES
Tapi. Sekarang lurus dan baik-baik saja.
Semua terdiam. Jondes melihat ban belakang.
JONDES
Ban belakang juga. Biasanya habis dipinjam Pak Lurah, kena
lumpur sawah. Habis dipinjam Bu RT, ada bekas pasir. Habis
dipinjam Bu Dargo, pasti ada bulu ayam.
Semua menoleh. Ban motor benar-benar bersih. Jondes tersenyum.
JONDES
Artinya ada orang yang membersihkan motor saya. Nah yang
aneh, saya nggak kenal warga yang rajin, apalagi bersihkan
motor saya sampai kinclong begini. Joknya bautnya diganti. Buktinya bekas obengnya masih terlihat.
Tiba-tiba. seorang pria di belakang spontan berkata,
PRIA
Mana mungkin dibuka pakai obeng. Kan cukup pakai kunci.
Semua menoleh. Pria itu langsung menutup mulutnya.Jondes tersenyum.
JONDES
Lho, Bapak kok tahu kalau harusnya gak ada bekas obeng?
Polisi langsung berdiri. Pria itu panik. Pria itu ternyata, tukang servis keliling. Selama ini ia sering keliling desa. Semua mengenalnya.Tidak pernah dicurigai. Dialah yang paling sering "membantu" memarkir motor Jondes. Diam-diam, ia membuka jok, menyelipkan paket, mengambil lagi ketika kurir berikutnya datang. Motor Jondes hanyalah "gudang berjalan". Karena dipinjam semua warga, jadi tidak ada yang akan curiga. Pak Polisi langsung membekuk pria itu.
EXT. DESA KANDANG BAMBU – PAGI
Seluruh warga menyambut kepulangan Jondes. Pak Lurah berpidato.
PAK LURAH
Mulai hari ini. Jangan lagi menilai orang dari penampilan. Meskipun
perawakan bak preman jalanan tapi hati tetep helo kiti hahaha…..
Semua warga Kandang Bambu tepuk tangan dan tiba-tiba datang Bu Dargo terengah - engah
BU DARGO
JONDESSSS!!! Ayam saya hilang lagi!!
Jondes refleks menoleh. Menghela napas.
JONDES
Lho. Baru juga pulang. Panggilan dinas udah mulai aja hahaha
Seluruh warga tertawa. Jondes kembali berlari mengejar ayam. Motor tuanya meraung pelan.
Di belakang motornya kini terpasang tulisan kecil: "PNS GONDRONG – JOKI DESA"
FADE OUT
TAMAT
Diskusi karya
0 tampilKomentar penulis & pembaca
Semua komentar dan balasan diperiksa kurator sebelum ditampilkan.
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah pembaca pertama yang berdiskusi.